Showing posts with label "Curahan Isi Hati". Show all posts
Showing posts with label "Curahan Isi Hati". Show all posts
Tuesday, 9 December 2014
Friday, 10 October 2014
Setiap dari kita punya Jalannya masing-masing
Masih ingat betul bagaimana rasanya punya optimisme yang tinggi. Saat itu aku duduk dibangku kelas 3 SMA. Memang benar kalau kata orang saat-saat itu adalah saat kita punya idealisme yang tinggi. Optimisme yang tinggi itulah yang kadang membuat kita sampai seakan menyombongkan diri bahwa apa yang kita cita-citakan pasti akan 100% terwujud. Mereka yang terlalu sombong atas kemampuan mereka yang melupakan bahwa Tuhan yang mengatur jalan hidup dan memberi jalan yang terbaik pasti akan sakit dan perih ketika gagal menggapai impiannya.
Menargetkan untuk kuliah di PTN tidak pernah ada dalam benakku, tidak pernah merasakan rasanya Ujian SMPT. Dulu yang ditargetkan kalau tidak Perguruan Kedinasan ya Akademi Militer. Keyakinan akan masuk Militer sangat kuat kalau mengingat sejak SD dari kelas 1-6 selalu menjadi ketua kelas dan selalu menjadi Pemimpin Utama pada kesempatan Upacara Hari Senin.
Keyakinan untuk menjadi Tentara itu semakin besar lagi ketika SMA aku bergabung dengan Organisasi Paskibra. Bertemu dengan teman-teman yang satu misi rasanya semakin mudah saja untuk meniti jalan itu tidak tanggung-tanggung setiap ada kesempatan alumni Paskibra Sekolah yang sudah masuk Militer datang ke Sekolah pasti aku selalu antusias untuk bertanya dan meminta saran-saran.
Aku sempat mengikuti seleksi Akademi Angkatan Udara. Cita-cita menjadi Perwira TNI AU menjadi pilihan ketika sudah semakin dekat dengan masa akhir SMA. Sayang, dipengalaman pertama mendaftar militer belum berbuah manis, aku gagal. Awalnya berat memang rasanya ingin mencoba lagi ditahun depan.
Tidak mungkin kalau harus berdiam saja dirumah, akhirnya dengan saran dari Ibu aku mendaftar PTN. Mengambil jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Tidak pernah menjadi daftar list Impian ku untuk menjadi seorang Guru SD. Setelah dijalani semester demi semester mulai memahami betapa pentingnya Guru SD bagi bangsa. Cita-cita yang dulu sempat berarti Perjuangan sekarang sudah menjadi Pengabdian.
Sekarang aku sedang menikmati hari-hari ku menjadi mahasiswa, penuh tugas, penuh kegiatan kampus. Pengalaman dulu aku maknai sebagai mengasah diri menjadi yang terbaik. Saat ini banyak kegiatan kampus yang saya Ketuai. Kemampuanku sekarang ini saya yakini karena dulu saya sudah menempa diri pada kegiatan-kegiatan organisasi dan ekstrakulikuler.
Setiap dari kita punya jalannya masing-masing, kita hanya perlu banyak berdoa dan berusaha. Mengenai hasil akhir kita serahkan kepada Yang Maha Kuasa.
Wednesday, 8 October 2014
Mencoba merelakan
![]() |
| Love |
Sedih, kecewa iya tapi tak pernah ada keinginan untuk mengusik hubunganmu dengannya. Aku lah yang lebih dulu mencoba mengambil hatimu tapi pada akhirnya bukan aku yang kau pilih jadi pendampinmu. Kalau boleh terus terang rasanya canggung kalau harus berada ditengah-tengah kalian dan kalian mungkin juga merasakan hal yang sama, tapi ini memang keputusanmu untuk bersamanya.
Susah, bagaiamana bisa aku melupakanu begitu saja setelah lama aku jadikan penghias mimpiku, pengisi angan-anganku. Sosok sepertimulah yang aku cari, bukanku pilah-pilih tapi bagaimana lagi seperti sudah tertanam jauh didalam hati, sudah pas.
Ikhlas, aku tahu cinta itu urusannya sama hati dan hati penuh dengan keajaiban. Keputusanmu untuk bertambat dengannya membuatku belajar lagi bahwa mencari tautan hati bukan sekedar menjadi orang yang baik kepadanya tetapi kita harus benar-benar mencintainya tanpa alasan, tanpa sebab biarkan hati terketuk begitu saja.
Sunday, 14 April 2013
Menjadi Karbol, bukan restu Orang Tua
Cerita ini adalah ceritaku ketika aku kelas 3 SMA. Aku sadar masa-masa itu masa-masa dimana seorang manusia akan memiliki idealisme yang tinggi. Idealisme yang tinggi seakan semuanya dapat terwujud.
Waktu SMA aku pernah bermimpin menjadi seorang Taruna di Akademi Angkatan Udara atau orang menyebutnya Karbol. Prosesnya sangatlah panjang untuk menjadi seorang taruna. Banyak rangkaian tes yang harus dihadapi. Fisik dan Intelektual harus seimbang. Serangkaian Tes tersebut sudah dimulai sebelum Ujian Nasional SMA dan itulah yang menyebabkan aku kurang maksimal di ujian nasional karena aku harus bolak balik Jogja-Pekalongan untuk mengikuti rangkaian tes tersebut.
![]() |
| Foto : Tes Jasmani di Lanud Adisujtipto Yogyakarta |
Tapi memang restu orang tua tidak disitu, segala usaha, kerja keras dan doa ku selama ini belum bisa menjadikanku menjadi seorang karbol. Banyak kekecewaan waktu mendengar pengumuman akhir. Karena memang rasanya waktu itu kita dipermainkan, mulai dari waktu pengumuman yang diundur terus, petinggi-petinngi TNI yang datang untuk menitipkan anaknya, Kebenaran fakta dan kebohongan fakta melebur jadi satu menjadi kekecewaan-kekecewaan di hati mereka yang tak lolos seleksi. Sampai Ibu ku sendiri yang tidak merestui pun kecewa waktu aku menghubunginya bahwa aku tidak lolos. Karena memang Waktu itu aku sudah sangat jauhh melalui tahapan seleksinya.
Singkat cerita akhirnya aku mengikuti keinginan Ibu untuk masuk PGSD, berat rasanya menerimanya tapi mau bagaimana lagi aku tidak ingin lulus SMA hanya menganggur dirumah.
Menjadi Taruna Harus ada yang Bawa???
Masuk ke Lembaga Pendidikan Militer seperti Akmil, AAU, AAL, maupun Akpol aku pandang menjadi misteri tersendiri.
Aku ingin menceritakan pengalamanku diluar mengikuti seleksi. Aku pernah berkenalan dengan seorang perempuan, dia seumuran denganku. Aku kenal dia melalui facebook, rumahnya di perumahan Angkatan Laut didaerah Sleman (kalo gak salah:sudah lama soalnya hehehe). Aku tidak tau dia tau aku mau masuk AAU dari mana, yaa mungkin karena Postingan-postinganku. Tiba-tiba dia tahu aku sedang di Jogja dan dia mengajakku untuk ketemuan. Aku ketemuan dengannya tidak jauh dari tempat aku seleksi, karena aku sendiri belum tau daerah-daerah disitu aku tidak mengajaknya jauh-jauh. Aku mengajaknya di Warung Nasi Goreng dekat tempat aku seleksi lebih tepatnya dibawah jembatan janti. Disana kami ngobrol-ngobrol, dia menanyakan tentang alasan aku masuk AAU dan lain sebagainya.
Singkat Cerita.... didalam obrolan kami dia menyatakan siapa orang yang dititipi "memo" agar aku bisa masuk AAU. Aku tidak pernah tau apa maksud memo itu. Aku hanya memahami sendiri, mungkin maksudnya orang yang bisa memasukan ku menjadi Karbol AAU. Kemudian aku bertanya, apakah setiap orang harus punya itu kalau mau masuk AAU. Dia hanya menjawab bahwa kebanyakan mereka yang mau masuk tentara punya orang yang dipercaya untuk bisa memasukkanya.
Setelah malam itu, saya dan dia tidak ada obrolan lagi. Tidak tau apa alasanya dia datang dan apa alasanya dia pergi.
Tulisan ini aku buat bukan untuk menjelekkan instansi manapun, saya hanya membagikan pengalaman saya. Mengenai benar apa tidaknya jika keberatan bisa menghubungi saya.
mengenang masa lalu; susah senang menjadi anggota PASSUS SMA 1 Pekalongan
Sebenarnya cerita ini cerita ketika saya masih duduk dibangku SMA. Kalau mengenang masa-masa itu rasanya ingin sekali mengulangnya. menjadi anggota Passus adalah pengalaman pertama saya dalam berorganisasi. Jujur saja, waktu itu saya tidak punya pengalaman berorganisasi sedikitpun bahkan tau Passus saja tidak.
![]() |
| Logo Passus Sma 1 pekalongan |
Passus mengajarkanku banyak hal, tak cuma baris-baris berbaris. Kalau mau dijelaskan mungkin banyak sekali ilmu yang ku dapatkan tak cukup kalau ditulis disini. Dari Passus sikap ku terbentuk, kemampuan berbicara ku terlatih, kedisiplinan menjadi kebiasaan.
Dari Passus aku menemukan Keluarga ku
Aku menjadi angkatan yang ke VII (baca;17). Angkatan yang begitu spesial karena angka 17 bagi bangsa Indonesia sendiri adalah angka yang spesial, yaitu hari dimana bangsa ini merdeka. Mungkin dulu aku tak begitu banyak memberikan kontribusi di Passus aku bukanlah seorang pemimpin, bukan orang yang memegang kunci utama di Passus. Tapi, dari itu lah aku belajar banyak hal tentang organisasi hingga aku bisa terapkan ketika aku menjadi Mahasiswa dan menjadi Anggota Himpunan Mahasiswa (HIMA).
![]() |
| Foto: saat pelepasan dewan senior Angkatan 17 Passus SMA 1 Pekalongan |
![]() |
| foto Passus Sma 1 Pekalongan Angkatan 17 |
3 Tahun serasa begitu cepat kalau dilihat sekarang, tapi waktu itu ketika tahun pertama menjadi anggota Passus rasanya benar-benar lamaaaa. Tahun pertama menjadi seorang Junior memang begitu berat, sedikit-sedikit kena marah senior, sedikit-sedikit kena evaluasi. Ketika menjadi Junior rasanya ingin secepatnya menjadi Senior.
![]() | |
| foto : masa-masa menjadi Junior (didepan markas Passus) |
![]() |
| foto didalam markas Passus |
Satu tahun masa terberat menjadi seorang Junior telah terlewati. Saya sudah menjadi seorang senior setelah melewati upacara pelantikan anggota Passus, yang pelantikannya itu sakral banget meennn. Malam-malam tanggal 17 Agustus jam 00.00.
Menjadi seorang senior, pengalaman pertama membimbing adik kelas..
Ternyata menjadi seorang senior tidak seperti yang saya bayangkan. Lebih berat ternyata, saya yang punya sifat kurang pede rasanya gak sanggup kalau harus ngomong dihadapan adik-adik junior. Alhasil, harusnya situasinya serius malah justru tidak serius karena mereka malah menertawakan saya.
![]() |
| saat rapat kerja Passus |
Mengikuti berbagai lomba baris berbaris dengan SMA Taruna Nusantara yang sesuatuuu..
Passus SMA 1 Pekalongan dan SMA Taruna bisa dibilang sudah punya nama yang bagus di Jawa Tengah. Setiap moment perlombaan baris berbaris kami dan sma taruna selalu diundang.
![]() |
| Lomba AKP SMA 5 semarang |
![]() |
| Lomba LPBB SMA 3 Semarang |
Dan Alhamdulilah, Hasil kerja keras kami selalu menghasilkan juara. Itu semua karena Passus SMA 1 Pekalongan adalah satu keluarga yang solid dimulai dari juniornya, seniornya, dewan seniornya, hingga para alumninya tetap menjaga dan mengharumkan nama PASSUS SMA 1 Pekalongan.
VIVA SMANSA!...
VIVA SMANSA!..
VIVA SMANSA!....
Subscribe to:
Posts (Atom)








.jpg)
.jpg)


