Kelas Nusa

Kelas Nusa
Kelas Nusa : Kita Semua adalah Inspirasi
Showing posts with label Bahan Ajar. Show all posts
Showing posts with label Bahan Ajar. Show all posts

Monday, 27 January 2020

Struktur Teks Pidato Lengkap dari Pembicara Handal

Hai Selamat Datang Sobat SD Nusa. Bapak/Ibu Guru serta teman-teman Guru Muda Indonesia.

Struktur Teks Pidato

1. Pembukaan pidato terdiri dari 3 bagian, yaitu :

Salam pembuka
Ucapan penghormatan, biasanya menyebutkan dari orang-orang yang memiliki jabatan tertinggi sampai ke orang-orang yang memiliki jabatan rendah.
Ucapan syukur, biasanya berisi ucapan rasa syukur orator (orang yang berpidato) karena diberikan kesempatan dapat menyampaikan pidato dan berkumpul dengan para tamu.
Pengantar ke topik utama

2. Isi pidato, berisi hal-hal penting yang akan disampaikan.

3. Penutup pidato, berisi kesimpulan dari hal yang disampaikan, permintaan maaf jika terjadi kesalahaan saat menyampaikan suatu hal, dan salam penutup.

4. Salam

Baca juga: Mengenal Teks Laporan Percobaan

Metode Pidato

Pidato yang dilakukan dapat menggunakan beberapa metode antara lain:

Impromptu, yaitu suatu metode pidato yang dilakukan secara langsung tanpa adanya persiapan terlebih dahulu.
Memoriter, yaitu metode berpidato dengan cara menghapalkan naskah teks pidato terlebih dahulu.
Naskah, yaitu metode berpidato dengan cara membacakan teks pada saat berpidato.
Ekstemporan, yaitu metode berpidato dengan terlebih dahulu menyiapkan konsep pidato secara garis besar.



Metode - metode Berpidato yang digunakan Pembicara Handal, Kamu Wajib Bisa!

Hai Selamat Datang Sobat SD Nusa. Bapak/Ibu Guru serta teman-teman Guru Muda Indonesia.

Pidato adalah menyampaikan informasi kepada auiden atau pendengar. Pembicara dalam suatu forum atau kegiatan adalah orang yang menyampaikan informasi untuk orang banyak/khalayak umum. Berbicara didepan orang banyak/klayak umum tentu membutuhkan keterampilan berbicara yang baik dan juga kepercayaan diri yang tinggi. Hal tersebut selain didapatkan dari teori komunikasi juga didapatkan dari latihan terus menerus. Pengalaman menentukan ukuran kemampuan seseorang dalam berpidato. Semakin banyak belajar dan berlatih maka seseorang akan semakin mahir dalam berbiacara didepan umum.

Berikut ini ada 4 metode dalam berpidato yang umum dilakukan oleh seorang pembicara.
Dalam berpidato seorang pembicara yang handal perlu untuk menguasai beberapa jenis metode berikut ini:

1. Metode Impromptu
 Impromptu atau umumnya disebut dengan mendadak ialah suatu metode yang dikerjakan secara tiba-tiba, tanpa perlu persiapan apapun. Ada hal yang perlu anda ketahui dalam isi pembicaraan yakni anda sesuaikan dengan kondisi/situasi yang melatari dari pertemuan tersebut.

2. Metode Ekstemporan
Kemudian yang ke-2 adalah Metode ekstemporan yang mana di lakukan tanpa perlu naskah pidato, namun pembicara masih memiliki kesempatan dalam membuat kerangka isi pidato. Biasanya orang yang sudah perpengalaman menggunakan metode ini. Pada metode ini suasana pada si pembicara dengan benar bisa terjadi komunikasi yang baik.

3. Metode Membaca Naskah
Dalam menyampaikan berbagai pernyataan resmi umumnya di lakukan pada metode membaca naskah, misalnya : pidato kenegaraan, pidato sambutan peringatan hari besar nasional, dan lain-lain.


4. Metode Menghafal

Terakhir adalah Metode Menghafal, yang mana pada metode ini si pembicara mempunyai waktu yang cukup untuk menyiapkan, merencanakan, membuat naskah serta mengahafal naskah.

Seseorang tentu saja bisa menjadi orator yang handal dengan melewati berbagai proses yang panjang. Karena seperti yang kita tahu kemahiran dalam berpidato tidak datang begitu saja.

Demikian metode metode berpidato yang harus kamu kuasai dalam menjadi pembicara yang handal. Selamat belajar dan berlatih.

baca juga >> Struktur Struktur Teks Pidato dari seorang pembicara Handal


Thursday, 25 April 2019

Alat Musik Dawai Petik materi kelas 4 SD Kurikulum 2013

Hai Selamat Datang Sobat SD Nusa.

Alat musik dawai atau senar adalah alat musik yang menghasilkan suara dengan cara menggetarkan dawai atau senar. Menurut skema klasifikasi alat musik Hornbostel-Sachs yang digunakan pada organologi, alat musik ini disebut kordofon. Ada tiga cara utama menggetarkan dawai untuk menghasilkan suara, yaitu dengan dipetik (contohnya gitar), digesek (contohnya biola), dan dipukul (contohnya piano). source: wikipedia


Indonesia memang sangat terkena dengan kekayaan budaya, bahasa dan keseniannya. Alat musik petik tradisional merupakan alat musik yang berasal dari kesenian dan kebudayaan indonesia. Alat musik petik berkembang mengikuti jaman. Berikut ini adalah beberapa jenis alat musik petik tradisional dan moderen yang berasal dari beberapa daerah yang ada indonesia dan mancanegara.

Alat Musik Dawai yang di petik

1. Gitar

Gitar adalah sebuah alat musik berdawai yang dimainkan dengan cara dipetik, umumnya menggunakan jari maupun plektrum. Gitar terbentuk atas sebuah bagian tubuh pokok dengan bagian leher yang padat sebagai tempat senar yang umumnya berjumlah enam didempetkan. Gitar secara tradisional dibentuk dari berbagai jenis kayu dengan senar yang terbuat dari nilon maupun baja. Beberapa gitar modern dibuat dari material polikarbonat. Secara umum, gitar terbagi atas 2 jenis: akustik dan elektrik.

Gitar akustik, dengan bagian badannya yang berlubang (hollow body), telah digunakan selama ribuan tahun. Terdapat tiga jenis utama gitar akustik modern: gitar akustik senar-nilon, gitar akustik senar-baja, dan gitar archtop. Gitar klasik umumnya dimainkan sebagai instrumen solo menggunakan teknik fingerpicking komprehensif.

Gitar elektrik, diperkenalkan pada tahun 1930an, bergantung pada penguat yang secara elektronik mampu memanipulasi bunyi gitar. Pada permulaan penggunaannya, gitar elektrik menggunakan badan berlubang (hollow body), namun kemudian penggunaan badan padat (solid body) dirasa lebih sesuai. Gitar elektrik terkenal luas sebagai instrumen utama pada berbagai genre musik seperti blues, country, reggae, jazz, metal, rock, dan berbagai bentuk musik pop.
source: wikipedia

2. Kecapi
Kecapi merupakan alat musik petik yang muncul pertama kali di daerah Sunda Jawa Barat. Adapun kata ‘kecapi’ sendiri yaitu berasal dari tanaman yang bernama sentl. Bahan utama alat musik kecapi yaitu terdiri dari kayu. Ada berbagai cara dalam memainkan kecapi yaitu dengan cara sintreuk torl, cara dijambret dan cara petikan dijeungkalan.

3. Harpa
Harpa atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Harp adalah jenis alat musik petik. Seringkali alat musik ini diilustrasikan bersama dengan para malaikat. Bentuknya tinggi, umumnya berwarna emas, dan memiliki senar. Biasanya berbentuk dasar segitiga. Seringkali hadir bersamaan dengan orkestra simfoni, bersamaan dengan suara vokal, suara flute, atau bisa juga dengan jazz bass dan drum.

Sebuah harpa dapat dimainkan baik dengan tangan, ataupun dengan tangan dan kaki, seperti yang ditemui pada pedal harp. Harpa dapat dimainkan secara solo, atau bisa juga dalam bagian sebuah ensemble.

4. Pipa
Alat musik pipa ini telah ada pada zaman Dinasti Qin (221 SM - 206 SM) dan telah dimainkan selama lebih dari 2000 tahun.
Pipa pada awalnya memiliki bentuk yang lurus vertikal pada bagian atas dan dilapisi oleh kulit pada bagian permukaan, terdiri dari 4 senar dan dimainkan dalam 12 nada standar.
Pipa modern yang sekarang dapat kita jumpai, mirip dengan instrument dari Persia atau Timur Tengah yaitu Barbat dan diperkenalkan ke Tiongkok pada masa Dinasti Jin (265-420)
Pada masa Dinasti Tang (618-907), Pipa menjadi populer dalam mengisi acara kerajaan. Pada masa itu pipa dimainkan secara horizontal dengan empat sampai dengan lima senar sutra dan lima sampai 6 fret. Pipa mengalami perubahan dalam bentuknya, jumlah fret, begitu juga cara memainkan yang awalnya secara horizontal menjadi vertikal. Permainan pipa secara horizontal masih dipertahankan dalam musik nanguan yang populer di Quanzhou. Pipa horizontal ini disebut juga nanguan pipa.

5. Sasando
Sasando adalah sebuah alat musik dawai yang dimainkan dengan dipetik. Instumen musik ini berasal dari pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Secara harfiah nama Sasando menurut asal katanya dalam bahasa Rote, sasandu, yang artinya alat yang bergetar atau berbunyi. Suara sasando ada miripnya dengan alat musik dawai lainnya seperti gitar, biola, kecapi, dan harpa.

Bagian utama sasando berbentuk tabung panjang yang biasa terbuat dari bambu. Lalu pada bagian tengah, melingkar dari atas ke bawah diberi ganjalan-ganjalan di mana senar-senar (dawai-dawai) yang direntangkan di tabung, dari atas kebawah bertumpu. Ganjalan-ganjalan ini memberikan nada yang berbeda-beda kepada setiap petikan senar. Lalu tabung sasando ini ditaruh dalam sebuah wadah yang terbuat dari semacam anyaman daun lontar yang dibuat seperti kipas. Wadah ini merupakan tempat resonansi sasando.. source: wikipedia

Saturday, 16 February 2019

6 Strategi Pembelajaran yang Efektif untuk Pembelajaran Lebih Mendalam

6 Strategi Kuat Untuk Pembelajaran Lebih Mendalam Di Kelas Anda

6 strategi pembelajaran efektif
Oleh: Dr. Monica R. Martinez

1. Hubungkan: Buat Komunitas Pembelajaran

Pengembangan komunitas sekolah yang kuat sangat penting bagi siswa untuk berkembang dari memainkan peran pasif dalam pendidikan mereka menjadi pelajar yang aktif dan mandiri. Untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih kohesif, benar-benar kolaboratif, memadukan dukungan dan kepercayaan dengan harapan tinggi dan tanggung jawab kolektif untuk belajar.

Berikut adalah beberapa cara untuk membangun komunitas belajar yang kuat: menginspirasi siswa untuk peduli tentang kesuksesan satu sama lain; re-orientasi siswa ke nilai pembelajaran dan pengarahan diri sendiri melalui berbagai kegiatan sekolah, pesan, dan ritual; melibatkan siswa yang lebih tua sebagai mentor, model, dan panduan; menetapkan norma-norma untuk umpan balik pembelajaran yang konstruktif dan refleksi, dan merancang bangunan untuk mencerminkan lingkungan yang mempromosikan keterbukaan dan kolaborasi.

2. Memberdayakan: Mengaktifkan Siswa untuk Memimpin Pembelajaran Mereka Sendiri

Pengalaman pendidikan yang aktif dan bermakna sangat penting dalam membantu siswa mencapai tujuan Pembelajaran Lebih Dalam. Baik itu merancang aplikasi, mengorganisir perwakilan “pemilihan mock” dari proses pemilihan, atau menghasilkan listrik dengan membangun turbin angin, sekolah-sekolah yang menganut tujuan Deeper Learning menekankan pada pembelajaran berbasis inkuiri dan menjaga agar siswa bekerja secara aktif dan produktif dalam kelompok untuk buat produk atau untuk memecahkan masalah bersama. Guru harus terus-menerus mengubah peran, dari desain kurikulum ke memberi nasihat ke pembinaan ke jejaring, dan sebagainya.

3. Kontekstual: Gunakan Tema Manusia

Bukti mendukung fakta bahwa pembelajaran menjadi lebih bermakna — dengan pemahaman materi yang lebih mendalam ketika materi relevan secara pribadi dan subjek diintegrasikan. Subjek tidak diajarkan secara terpisah dan sebaliknya pembelajaran terhubung ke tema yang lebih besar, konsep dan di berbagai mata pelajaran dan menerapkan pembelajaran mereka untuk masalah dan masalah dunia nyata.

Seperti Susan McCray, seorang guru dari SMA Casco Bay menyatakan, “Semuanya terkait. Semuanya penting, dan kita semua bekerja sepanjang waktu untuk membantu mereka [siswa] melihat koneksi. ”Ini dapat mencakup unit sembilan bulan yang menggabungkan humaniora, kimia, atau kursus dapat dihubungkan secara triwulanan dengan“ tema ”seperti demokrasi atau keberlanjutan.

4. Jangkauan: Jaringan Melampaui Dinding Sekolah

Mencapai di luar tembok kelas membantu memberikan siswa pengalaman belajar yang lebih holistik. Sebagai penggiat jejaring yang sempurna, guru mencari peluang bagi siswa mereka dan memanfaatkan sumber daya lokal seperti museum dan perusahaan yang sesuai dengan filosofi pembelajaran sekolah serta minat dan proyek siswa, menghasilkan jaringan dukungan dan pembelajaran yang luas bagi siswa, dan membantu mereka menjelajahi jalur karier potensial melalui magang atau mentorhip.

5. Inspire: Personalisasikan Pembelajaran

Menemukan percikan — subjek, gagasan, atau proyek yang membuat seorang siswa menyala — adalah kunci bagi pengalaman belajar yang dipersonalisasi bagi setiap siswa. Untuk menyesuaikan pembelajaran agar memenuhi kebutuhan dan aspirasi pendidikan masing-masing siswa, guru harus mencari dan mengembangkan pengetahuan yang seimbang tentang kecenderungan, keadaan, dan minat unik setiap siswa melalui proses formal (penasehat) dan proses informal (termasuk percakapan santai, wawasan dari orang tua atau guru lain) artinya.

6. Teknologi: Jadikan Teknologi Pelayan, Bukan Tuan

Deeper Learning menggabungkan teknologi yang bertujuan untuk meningkatkan, bukan pembelajaran otomatis. Ini terjadi dalam beberapa cara, di antaranya menggunakan program dan aplikasi yang membangun penelitian siswa dan keterampilan berpikir kritis, menawarkan metode digital untuk merancang proyek, berkolaborasi dan berkomunikasi di dalam dan di luar sekolah, dan memperluas pilihan siswa untuk menyajikan pekerjaan secara kreatif dan menghubungkan dengan banyak ahli. Dalam semua kasus ini, teknologi digunakan sebagai alat untuk mendorong pembelajaran siswa.

Dr. Monica R. Martinez is a leading education strategist, author, presenter, and Appointee by President Obama to the President’s Advisory Commission on Educational Excellence for Hispanics. She, along with education sociologist Dennis McGrath, is the author of Deeper Learning: How Eight Innovative Public Schools Are Transforming Education in the Twenty-First Century; image attribution wikicommonsmedia; 6 Powerful Strategies For Deeper Learning In Your Classroom

Pembelajaran Efektif dan Mendalam menjadi isu pendidikan abad 21. Guru harus mampu menggunakan berbagai strategi dalam pembelajaran.

Artikel asli diambil dari : www.teachthought.com

Monday, 19 November 2018

Aplikasi Belajar Aksara Jawa Bikin Anak cepet Bisa!

Hai Selamat Datang Sobat SD Nusa. Bapak/Ibu Guru serta teman-teman Guru Muda Indonesia.


Aksara Jawa atau Hanacaraka (dikenal juga dengan nama Carakan) adalah aksara turunan aksara Brahmi yang digunakan atau pernah digunakan untuk penulisan naskah-naskah berbahasa Jawa, Makasar, Madura, Melayu, Sunda, Bali, dan Sasak. Bentuk Hanacaraka yang sekarang dipakai sudah tetap sejak masa Kesultanan Mataram (abad ke-17) tetapi bentuk cetaknya baru muncul pada abad ke-19.
Aksara ini adalah modifikasi dari aksara Kawi dan merupakan abugida. Hal ini bisa dilihat dengan struktur masing-masing huruf yang paling tidak mewakili dua buah huruf (aksara) dalam huruf latin. Sebagai contoh aksara Ha yang mewakili dua huruf yakni H dan A, dan merupakan satu suku kata yang utuh bila dibandingkan dengan kata “hari”. Aksara Na yang mewakili dua huruf, yakni N dan A, dan merupakan satu suku kata yang utuh bila dibandingkan dengan kata “nabi”. Dengan demikian, terdapat penyingkatan cacah huruf dalam suatu penulisan kata apabila dibandingkan dengan penulisan aksara Latin.
Penulisan Aksara Jawa Pada bentuknya yang asli, aksara Jawa Hanacaraka ditulis menggantung (di bawah garis), seperti aksara Hindi. Namun pada pengajaran modern menuliskannya di atas garis. Aksara Hanacaraka memiliki 20 huruf dasar, 20 huruf pasangan yang berfungsi menutup bunyi vokal, 8 huruf “utama” (aksara murda, ada yang tidak berpasangan), 8 pasangan huruf utama, lima aksara swara (huruf vokal depan), lima aksara rekan dan lima pasangannya, beberapa sandhangan sebagai pengatur vokal, beberapa huruf khusus, beberapa tanda baca, dan beberapa tanda pengatur tata penulisan (pada). 1.
Huruf Dasar (Aksara Nglegena) Aksara Nglegena adalah aksara inti yang terdiri dari 20 suku kata atau biasa disebut Dentawiyanjana, yaitu: ha, na, ca, ra, ka, da, ta, sa, wa, la, pa, dha, ja, ya, nya, ma, ga, ba, tha, nga

Namun seringkali belajar bahasa jawa terutama aksara jawa cukup sulit bagi anak-anak, apalagi dengan segala modernitas yang ada anak semakin jauh dari kebiasaan kultur jawa sehingga penggunaan bahasa jawa sudah mulai terlupakan terutama untuk aksara jawa sendiri sudah mulai hilang. Namun, modernisasi tidak boleh sampai menghilangkan budaya jawa yang merupakan budaya asli bangsa Indonesia oleh karena itu anak-anak harus tetap kenal dengan budaya leluhur mereka yakni salah satunya belajar aksara jawa.
Anak akan tertarik belajar bahasa jawa apabila dengan kombinasi permainan masa kini, nah oleh akrena itu aplikasi aksara jawa ini cocok untuk kita belajar bahasa jawa bersama anak-anak. Silahkan bisa di unduh secara gratis pada link dibawah ini.

Download Aplikasinya disini : Download Aplikasi Belajar Bahasa Jawa

Thursday, 2 August 2018

KATA KERJA OPERASIONAL (KKO) REVISI TAKSONOMI BLOOM REVISI TERBARU

Hai Selamat Datang Sobat SD Nusa. Bapak/Ibu Guru serta teman-teman Guru Muda Indonesia. Selamat Membaca Tulisan-tulisan kami ya! Mencari RPP Tematik SD?, kunjungi menu "RPP Tematik SD" pilih RPP sesuai tingkatan kelas, Tema dan Pembelajaranya


KATA KERJA OPERASIONAL (KKO) REVISI TAKSONOMI BLOOM

1.)    Ranah Kognitif
(ANDERSON, L.W. dan Krathwohl, D.R. : 2001)
Taksonomi Bloom Lama
C1
(Pengrtahuan)
C2
(Pemahaman)
C3
(Aplikasi)
C4
(Analisis)
C5
(Sintesis)
C6
(Evaluasi)
Taksonomi Bloom Revisi
C1
(Mengingat)
C2
(Memahami)
C3
(Mengaplikasikan)
C4
(Menganalisis)
C5
(Menevaluasi)
C6
(Mencipta)

Mengingat
(remember)
Memahami
(Understad)
Mengaplikasikan
Apply)
Menganalisis
(Analyze)
Mengevaluasi
(Evaluate)
Mencipta
(Create)
Mengutip
Menebitkan
Menjelaskan
Memasagkan
Membaca
Menamai
Meninjau
Mentabulasi
Memberi kode
Menulis
Menytakan
Menunjukkan
Mendaftar
Menggambar
Membilang
Mengidentifikasi
Menghafal
Mencatat
Meniru
Memperkirakan
Menceritajan
Merinci
Megubah
Memperluas
Menjabarkan
Mnconthkan
Mengemukakan
Menggali
Mengubah
Menghitung
Menguraikan
Mempertahankan
Mngartikan
Menerangkan
Menafsirkan
Memprediksi
Melaporkan
membedakan
Mengaskan
Menentukan
Menerapkan
Memodifikasi
Membangun
Mencegah
Melatih
Menyelidiki
Memproses
Memecahkan
Melakukan
Mensimulasikan
Mengurutkan
Membiasakan
Mengklasifikasi
Menyesuaikan
Menjalankan
Mengoperasikan
Meramalkan
Memecahkan
Menegaskan
Meganalisis
Menimpulkan
Menjelajah
Mengaitkan
Mentransfer
Mengedit
Menemukan
Menyeleksi
Mengoreksi
Mendeteksi
Menelaah
Mengukur
Membangunkan
Merasionalkan
Mendiagnosis
Memfokuskan
Memadukan
Membandingkan
Menilai
Mengarahkan
Mengukur
Meangkum
Mendukung
Memilih
Memproyeksikan
Mengkritik
Mengarahkan
Memutukan
Memisahkan
menimbang
Mengumpulkan
Mengatur
Erancang
Membuat
Merearasi
Memperjelas
Mengarang
Menyususn
Mengode
Mengkombinasikan
Memfasilitasi
Mengkonstruksi
Merumuskan
Menghubungkan
Menciptakan
menampilkan

2.)    Ranah Afektif

A1
Menerima
A2
Merspon
A3
Menghargai
A4
Mngorganisaikan
A5
Karakterisasi Menurut Nilai
Mengikuti
Menganut
Mematuhi
Meminati
Menyenangi
Menyambut
Mendukung
Maporkan
Memilih
Menampilkan
Menyetujui
Mengatakan
Mengsumsikan
Meykinkan
Memperjelas
Menekankan
Menyumbang
Mengimani
Mengubah
Menata
Membangun
Membentuk pendapat
Memadukan
Mengelola
Merembuk
Menegoisasi
Membiasakan
Mengubah perilaku
Berakhlak mulia
Melayani
Membuktikan
Memecahkan


3.)    Ranah Psikomotorik

P1
Meniru
P2
Manipulasi
P3
Presisi
P4
Artikulasi
P5
Naturalisasi
 Menyalin
Mengikuti
Mereplikasi
Mengulangi
Mematuhi
Kembali membuat
Membangun
Melakukan
Melaksanakan
Menerapkan  
Menunjukkan
Melengapi
Menyempurnakan
Mengkalibrasi
Mengendalikan
Membangun
Mengatasi
Menggabungkan
Beradaptasi
Memodifikasi
Merumuskan  
Mendesain
Menentukan
Mengelola