Kelas Nusa

Kelas Nusa
Kelas Nusa : Kita Semua adalah Inspirasi
Showing posts with label Berita Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Berita Pendidikan. Show all posts

Friday, 10 April 2020

Rumah Belajar kini mulai Tayang setiap hari di TVRI, catat Jadwalnya!

Hai Selamat Datang Sobat SD Nusa. Bapak/Ibu Guru serta teman-teman Guru Muda Indonesia. Selamat Membaca Tulisan-tulisan kami ya!

rumah belajar TVRI

Mulai Senin 13 April 2020, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menghadirkan program Belajar dari Rumah di TVRI.
Orangtua dan anak-anak dapat menikmati tayangan edukatif selama masa belajar di rumah melalui tayangan TVRI.
Program Belajar dari Rumah adalah upaya Kemdikbud membantu terselenggaranya program pembelajaran yang dapat diakses oleh semua kalangan selama masa darurat Covid-19.

BACA JUGA

Rumah Belajar Kemendikbud


Program Rumah Belajar menyajikan tayangan edukatif Pengasuhan dan  Pendidikan Anak untuk Orangtua dan guru.
Tak hanya itu, tayangan kebudayaan dan film-film Indonesia terbaik juga akan hadir agar semua 
#BahagiadiRumah. Dikutip dari media sosial twitter @Kemdikbud-RI

Mau tahu Jadwal Rumah Belajar Kemdikbud?
berikut jadwal Tayangan Rumah Belajar yang disiarkan setiap hari di stasiun televisi TVRI
Jadwal Rumah Belajar TVRI

Diharapkan Program Belajar dari Rumah ini dapat memperluas akses layanan pendidikan bagi masyarakat di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang memiliki keterbatasan akses internet maupun keterbatasan ekonomi.

Tuesday, 31 March 2020

3 Penyedia Layanan Seluler Dukung Anak-anak Bangsa Bisa Belajar dari Rumah, Ruang Guru, Quipper, Zenius Gratis!

Hai Selamat Datang Sobat SD Nusa. Bapak/Ibu Guru serta teman-teman Guru Muda Indonesia.

Pemerintah telah mengeluarkan Social Distancing atau Physical Distancing sebagai pencegahan terhadap penyebaran virus corona yang belakangan ini sedang tinggi tingkat penyebarannya. Pemerintah menyarankan semua orang untuk tetap bertahan di rumah dan tidak melakukan kegiatan berkumpul untuk sementara waktu. Dengan demikian Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekolah pun harus dihentikan untuk sementara waktu. Kegiatan belajar yang setiap harinya dilakukan di kelas melalui tatap muka kini harus digantikan dengan pembelajaran jarak jauh secara daring (online). Adanya perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun swasta telah berpengaruh positif terhadap proses belajar mengajar anak-anak Indonesia. Kini anak-anak dapat belajar melalui Gawai mereka dengan bantuan Internet. Dibantu oleh penyedia operator seluler yang telah memiliki jaringanya yang luas di Indonesia bersama aplikasi (platform) bimbingan belajar online kita bersama-sama menyediakan progam belajar secara online untuk anak-anak bangsa agar tetap dapat mengakses materi mesikpun saat ini terbatas hanya dapat belajar dari rumah. SD Nusa juga berusaha turut membantu dengan menyediakan materi-materi untuk siswa tingkat sekolah dasar, silahkan dapat mengakses pada halaman SD Nusa Online pada menu diatas. Semangat belajar untuk kita semua, jaga terus kesehatan ya!


3 Penyedia Layanan Seluler yang turut Ikut Membantu Program Belajar di Rumah

1). Telkomsel



Telkomsel menyediakan layanan gratis Kuota 30Gb untuk akses ke situs belajar membantu program belajar di rumah, bagaimana caranya :
 Untuk pelanggan Telkomsel, tersedia kuota internet sebesar 30GB yang bisa dimanfaatkan untuk bebas akses ke berbagai aplikasi pembelajaran daring (e-learning).

Cara aktivasinya sangat mudah. Ikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Unduh aplikasi MyTelkomsel di Play Store atau App Store
  2. Pada aplikasi MyTelkomsel, login menggunakan nomor Telkomsel yang aktif
  3. Pilih menu “Bebas Akses Ruangguru 30GB” atau “Bebas Akses Ilmupedia 30GB”
  4. Pilih “Beli”
  5. Paket “Bebas Akses Ruangguru 30GB” atau “Bebas Akses Ilmupedia 30GB” langsung aktif setelah terima SMS notifikasi
Sekali lagi, untuk aktivasi paket belajar dari rumah ini, kamu tidak dikenakan biaya. Kedua pilihan paket ini berlaku untuk pemakaian selama 30 hari dengan kuota 30GB, masing-masing untuk akses aplikasi Ruangguru dan aplikasi-aplikasi yang tergabung dalam paket ilmupedia, yakni Quipper, Zenius, Cakap, dan Bahaso. 
 atau kunjungi situs  : www.telkomsel.com 
            atau                             https://www.telkomsel.com/about-us/blogs/cara-mendapatkan-kuota-bebas-akses-30gb-untuk-belajar-dari-rumah 
 
 

2. Indosat


Penyedia layanan seluler yang kini dimiliki oleh ooredoo grub ini juga turut mendukung program belajar dari rumah untuk anak-anak bangsa. Memenuhi kebutuhan komunikasinya selama bekerja di rumah, IM3 Ooredoo memberikan diskon hingga 30% untuk paket terpilih yang tersedia di myIM3. Pelanggan dapat menikmati kuota hingga 50GB yang berlaku selama 30 hari dilengkapi dengan fitur Pulsa Safe (bebas khawatir internetan, pulsa tetap aman).  Bagaimana cara mendapatkan layanan internet gratis dari indosat, berikut ini caranya :

3. XL


Untuk semua pelanggan XL Axiata kamu bisa menikmati bebas akses ke portal belajar online, website pemerintah, Microsoft Office 365 dan layanan online lainnya dengan kuota 2GB per hari selama program ini berjalan.

Lihat daftar aplikasi dan website yang bisa diakses tanpa tambahan biaya di bagian Syarat dan Ketentuan.

kunjungi situs : https://www.xl.co.id/DiRumahLebihBaik


Nah, selain ketiga penyedia layanan selular diatas tak kalah juga beberapa platform aplikasi bimbel online pun ikut membantu menyediakan layanan belajar di rumah. Apa saja ?

Mari kita simak informasi di bawah ini


1. Rumah Belajar Kemdikbud

Apa Itu Portal Rumah Belajar?

Portal pembelajaran yang menyediakan bahan belajar serta fasilitas komunikasi yang mendukung interaksi antar komunitas. Rumah Belajar hadir sebagai bentuk inovasi pembelajaran di era industri 4.0 yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) sederajat. Dengan menggunakan Rumah Belajar, kita dapat belajar di mana saja, kapan saja dengan siapa saja. Seluruh konten yang ada di Rumah Belajar dapat diakses dan dimanfaatkan secara gratis.
Mari belajar dan bergabung dengan pengguna lainnya di Rumah Belajar

2. Ruang Guru



Ruang guru menyediakan program untuk membantu anak bangsa belajar dari rumah melalui program sekolah online ruang guru gratis.
Sekolah Online Ruangguru Gratis adalah belajar online melalui aplikasi Ruangguru untuk semua jenjang, kelas, dan semua mata pelajaran inti dengan kurikulum nasional dan dipandu oleh Master Teachers terbaik Ruangguru. Ini berlaku bagi semua pengguna aplikasi Ruangguru baik yang sudah berlangganan maupun belum, atau yang sekolahnya sedang diliburkan maupun tidak. Semuanya bisa ikutan belajar! Caranya? Perhatikan tutorialnya di bawah ini.

3. Zenius



Per Maret 2020, Zenius memiliki lebih dari 80.000 video materi pelajaran mulai dari kelas 1 SD hingga 12 SMA. Selain itu, Zenius juga mempunyai lebih dari ratusan ribu latihan soal beserta video pembahasannya yang dapat menemani para siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi UN. Semua layanan Zenius ini telah bisa dinikmati secara gratis sejak Desember 2019 berkat adanya program #SemuaBisaZenius. 
Kebanyakan video pembelajaran Zenius disediakan dalam format whiteboard yang tidak terlalu memakan banyak kuota. Hematnya kuota ini diharapkan menjadikan para pengguna Zenius tidak merasa terbebani meski telah menggunakan Zenius selama berjam-jam.  
Kebijakan yang diambil beberapa pemerintah daerah ini tentunya menjadi hal yang sangat krusial mengingat beberapa ujian akan dilaksanakan dalam waktu dekat seperti UN hingga UTBK. Untuk menghadapi hal tersebut, Zenius memiliki program tryout yang akan kembali dilaksanakan pada tanggal 26 Maret 2020 setelah sebelumnya Zenius telah menyelenggarakan tryout pada tanggal 13 Maret 2020. 
Beberapa orang mungkin sebelumnya beranggapan bahwa belajar secara mandiri di rumah tidaklah terarah dan tidak teratur. Menanggapi anggapan tersebut, Zenius merumuskan berbagai cara supaya dapat menghadirkan pembelajaran yang efektif dan efisien serta terarah dan juga teratur. Zenius berharap untuk dapat membantu lebih banyak lagi murid, guru, maupun orang tua terutama di tengah wabah corona yang sedang melanda Indonesia seperti sekarang.

kunjungi sekarang : https://www.zenius.net/

4. Quipper



Quipper memiliki beberapa layanan yang memang khusus didedikasikan kepada pelajar di serlurh Indonesia, antara lain Quipper School, Quipper Video, Quipper video Master Class, dan Quipper Campus. Melalui program #BisaTetapBelajar, Quipper memberikan akses gratis untuk platform Learning Management System dan materi pembelajaran bagi guru dan siswa.

Demikian informasi mengenai penyedia layanan seluler dan platform bimbel online yang mendukung upaya pemerintah melaksanakan program belajar di rumah dalam menghadapi penyebaran virus corona. Belajar dari rumah bisa menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Terimakasih demikian yang dapat SD Nusa blog rangkum semoga dapat membantu Bapak/Ibu Guru dan anak-anak semua. Mohon kirim komentar saran dan masukan pada kolom komentar dibawah ya dan jangan lupa share ke teman-teman yang lain melalui facebook, twitter maupun whatsapp.

Monday, 25 November 2019

Download Laporan PIGP Induksi Guru Pemula terbaru tahun 2020

Hai Selamat Datang Sobat SD Nusa. Bapak/Ibu Guru serta teman-teman Guru Muda Indonesia. Selamat Membaca Tulisan-tulisan kami ya! Mencari RPP Tematik SD?, kunjungi menu "RPP Tematik SD" pilih RPP sesuai tingkatan kelas, Tema dan Pembelajaranya

Laporan PIGP Terbaru
Download Laporan PIGI Program Induksi Guru Pemula terbaru
Induksi untuk guru-guru pemula


Program induksi sangat diperlukan bagi guru pemula sebagai salah satu syarat pengangkatan dalam jabatan fungsional guru. Selain itu, agar guru pemula dapat beradaptasi dengan iklim kerja dan budaya dengan sekolah yang bersangkutan. Serta program induksi ini diharapkan bagi guru pemula dapat melaksanakan pekerjaannya sebagai guru profesional yang dapat ikut serta meningkatkan kualitas mutu pendidikan di lingkungan sekolah pada khusunya dan dunia pendidikan pada umunya.

Download Cover Bab 1 Bab 2 Bab 3 Download
Download lampiran-lampiran full Download

Terimakasih sudah mendowload contoh laporan PIGP Program Induksi Guru Pemula, terus kunjungi blog kami ya untuk dapat informasi pendidikan terbaru lainnya hanya di blog sd nusa

Tuesday, 10 September 2019

7 dampak positif Pembelajaran di Luar Kelas (outdoor learnings)

Hai Selamat Datang Sobat SD Nusa.

Apakah kalian memiliki kenangan dari masa sekolah dulu ketika semua siswa diajak oleh guru pergi ke luar untuk melihat pohon atau mungkin memeriksa berbagai jenis flora dan fauna? Atau adakah kali kalian pergi ke luar karena mendekati akhir tahun sekolah dan para guru dan siswa jenuh dengan keseharian belajar di dalam kelas? Jika demikian, motode pembelajaran di luar ruangan  mungkin memberikan perubahan minat siswa.

pengamatan tumbuhan generatif dan vegetatif siswa kelas VI

Meskipun sebagian besar anak-anak sekolah negeri dapat melakukan kunjungan lapangan jauh dari sekolah sekali atau dua kali setahun, sering kali itu bukan norma bagi siswa untuk menikmati alam sebagai bagian dari hari sekolah mereka. Sayangnya, siswa yang tidak memiliki kesempatan untuk belajar di luar ruangan mungkin kehilangan kesempatan untuk berprestasi baik secara akademis maupun sosial.

7 Manfaat Belajar di Luar Ruangan

Para ahli mengatakan bahwa belajar di luar ruangan cukup bermanfaat bagi siswa karena membuat mereka lebih sehat dan lebih bahagia, dan mereka melakukan lebih baik secara akademis. Berbagai manfaat termasuk:

1. Siswa yang mendapatkan pengalaman belajar di luar ruang cenderung lebih perhatian dan, oleh karena itu, memiliki ingatan yang lebih baik dari informasi yang dibagikan.

2. Paparan yang konsisten terhadap alam mengurangi stres dan kecemasan, membantu meningkatkan suasana hati, dan membantu dengan emosi.

3. Anak-anak sering memiliki terlalu banyak paparan layar digital melalui televisi, komputer, dan ponsel. Hal ini dapat mengakibatkan "gangguan defisit alam," yang dapat menyebabkan obesitas dan kemungkinan masalah psikologis dan akademik. Pembelajaran di luar ruangan memungkinkan siswa untuk mengembalikan fokus mereka pada alam.

4. Lingkungan luar ruangan secara alami menginspirasi anak-anak untuk lebih aktif secara fisik.

5. Paparan sinar matahari cerah yang ditemukan di alam juga sehat untuk penglihatan. Sinar matahari yang cerah diperlukan untuk mata berkembang dengan baik, menurunkan risiko rabun jauh.

6. Di lingkungan luar, anak-anak lebih termotivasi untuk bekerja bersama dalam kelompok, yang dapat meningkatkan keterampilan sosial mereka. Mereka belajar mengelola konflik, berkomunikasi, dan bekerja sama dengan rekan-rekan mereka secara lebih efektif.

7. Pembelajaran di luar ruangan memberikan anak pengalaman langsung di alam. Sebagian besar anak belajar lebih baik dengan menggunakan indera mereka. Lingkungan luar menyediakan tempat yang sempurna untuk melakukan ini. Alih-alih melihat berbagai jenis tanaman atau satwa liar di komputer atau layar TV, mereka dapat melihat, mencium, mendengar, dan menyentuhnya di alam. Siswa bahkan dapat memulai kebun dan menanam buah-buahan dan sayuran, yang mungkin membuat mereka ingin mencicipi panen mereka. Pengalaman langsung ini menumbuhkan kecintaan terhadap alam dan membuatnya tertarik pada sumber daya alam kita.

Mempertimbangkan semua manfaat ini, pembelajaran di luar ruangan mungkin merupakan sesuatu yang harus dimasukkan oleh semua sekolah. Jika kalian ingin melihat lebih banyak kesempatan belajar di luar ruangan untuk anak Anda, pertimbangkan untuk berbicara dengan para pemimpin sekolah tentang memasukkan alam ke dalam pelajaran. Atau bicarakan dengan orang tua lain dari anak usia sekolah tentang manfaat belajar di luar ruangan dan diskusikan cara menerapkan pembelajaran di luar ruangan di komunitas Anda.


Pembelajaran luar ruangan  berbasis internet.

Salah satu manfaat pembelajaran online adalah fleksibilitas yang memungkinkan orang tua di hari pembelajaran. Siswa daring dapat mengambil manfaat dari belajar di luar rumah kapan pun hal itu masuk akal dan Pelatih Pembelajaran mereka dapat dengan mudah memasukkan alam ke dalam rencana pelajaran. 

Wednesday, 31 July 2019

Kepala BKN Ungkapkan Tiga Faktor Gagal Seleksi Administrasi CPNS 2018, Simak Liputannya!

Hai Selamat Datang Sobat SD Nusa. Bapak/Ibu Guru serta teman-teman Guru Muda Indonesia. Selamat Membaca Tulisan-tulisan kami ya! Mencari RPP Tematik SD?, kunjungi menu "RPP Tematik SD" pilih RPP sesuai tingkatan kelas, Tema dan Pembelajaranya


Jakarta-Humas BKN, Rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) baik Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Instansi Pusat dan Daerah tahun 2019 diprediksi mencapai 5,5 juta pendaftar. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Perencanaan ASN Tahun 2020-2024 dan Pengadaan ASN Tahun 2019 di Jakarta Selatan, Selasa (30/07/2019).

Lebih lanjut Kepala BKN juga menyampaikan, dari hasil evaluasi pengadaan CPNS tahun 2018 terdapat tiga faktor terbanyak penyebab peserta gugur dalam seleksi administrasi, yaitu ijazah tidak sesuai kualifikasi pendidikan, dokumen pendukung tidak lengkap dan KTP yang di-upload tidak jelas atau bukan KTP Asli. Banyaknya peserta yang mengundurkan diri setelah penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) juga menjadi permasalahan dalam rekrutmen CPNS tahun 2018, “Sehingga dibutuhkan koordinasi Instansi Pusat dan Daerah untuk mengatasi hal tersebut, terutama koordinasi mengenai data kependudukan,” ujarnya. Kepala BKN menambahkan bahwa saat ini telah tersedia 108 titik lokasi Station Computer Assisted Test (CAT) BKN dan CAT Instansi Daerah sebagai infrastruktur rekrutmen ASN tahun 2019 dengan jumlah 7.532 PC. “Tentu masih dibutuhkan tambahan titik lokasi lagi guna memberikan kemudahan bagi peserta rekrutmen ASN tahun 2019,” tambahnya.

Dalam Rakor yang digelar oleh Kementerian PANRB hingga esok tersebut, Menteri PANRB, Syafruddin menjelaskan bahwa pengembangan ASN merupakan kunci untuk menjawab dinamika tantangan Smart ASN 2024, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi. Dalam rakor ini, Instansi Pusat dan Daerah akan bersinergi untuk memformulasikan SDM Aparatur yang merupakan aset utama organisasi melalui rekrutmen generasi Smart ASN secara bertahap. “Salah satunya dengan rekrutmen ASN yang berkompeten di bidang teknis, bidang pendidikan dan kesehatan tahun ini, guna mendukung percepatan pembangunan SDM tersebut,” ujarnya.

Rakor tersebut dihadiri oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Dalam Negeri, beserta para Bupati, Walikota, Kepala BKPSDM atau perwakilannya dari Instansi Daerah di Indonesia.

Saturday, 16 February 2019

6 Strategi Pembelajaran yang Efektif untuk Pembelajaran Lebih Mendalam

6 Strategi Kuat Untuk Pembelajaran Lebih Mendalam Di Kelas Anda

6 strategi pembelajaran efektif
Oleh: Dr. Monica R. Martinez

1. Hubungkan: Buat Komunitas Pembelajaran

Pengembangan komunitas sekolah yang kuat sangat penting bagi siswa untuk berkembang dari memainkan peran pasif dalam pendidikan mereka menjadi pelajar yang aktif dan mandiri. Untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih kohesif, benar-benar kolaboratif, memadukan dukungan dan kepercayaan dengan harapan tinggi dan tanggung jawab kolektif untuk belajar.

Berikut adalah beberapa cara untuk membangun komunitas belajar yang kuat: menginspirasi siswa untuk peduli tentang kesuksesan satu sama lain; re-orientasi siswa ke nilai pembelajaran dan pengarahan diri sendiri melalui berbagai kegiatan sekolah, pesan, dan ritual; melibatkan siswa yang lebih tua sebagai mentor, model, dan panduan; menetapkan norma-norma untuk umpan balik pembelajaran yang konstruktif dan refleksi, dan merancang bangunan untuk mencerminkan lingkungan yang mempromosikan keterbukaan dan kolaborasi.

2. Memberdayakan: Mengaktifkan Siswa untuk Memimpin Pembelajaran Mereka Sendiri

Pengalaman pendidikan yang aktif dan bermakna sangat penting dalam membantu siswa mencapai tujuan Pembelajaran Lebih Dalam. Baik itu merancang aplikasi, mengorganisir perwakilan “pemilihan mock” dari proses pemilihan, atau menghasilkan listrik dengan membangun turbin angin, sekolah-sekolah yang menganut tujuan Deeper Learning menekankan pada pembelajaran berbasis inkuiri dan menjaga agar siswa bekerja secara aktif dan produktif dalam kelompok untuk buat produk atau untuk memecahkan masalah bersama. Guru harus terus-menerus mengubah peran, dari desain kurikulum ke memberi nasihat ke pembinaan ke jejaring, dan sebagainya.

3. Kontekstual: Gunakan Tema Manusia

Bukti mendukung fakta bahwa pembelajaran menjadi lebih bermakna — dengan pemahaman materi yang lebih mendalam ketika materi relevan secara pribadi dan subjek diintegrasikan. Subjek tidak diajarkan secara terpisah dan sebaliknya pembelajaran terhubung ke tema yang lebih besar, konsep dan di berbagai mata pelajaran dan menerapkan pembelajaran mereka untuk masalah dan masalah dunia nyata.

Seperti Susan McCray, seorang guru dari SMA Casco Bay menyatakan, “Semuanya terkait. Semuanya penting, dan kita semua bekerja sepanjang waktu untuk membantu mereka [siswa] melihat koneksi. ”Ini dapat mencakup unit sembilan bulan yang menggabungkan humaniora, kimia, atau kursus dapat dihubungkan secara triwulanan dengan“ tema ”seperti demokrasi atau keberlanjutan.

4. Jangkauan: Jaringan Melampaui Dinding Sekolah

Mencapai di luar tembok kelas membantu memberikan siswa pengalaman belajar yang lebih holistik. Sebagai penggiat jejaring yang sempurna, guru mencari peluang bagi siswa mereka dan memanfaatkan sumber daya lokal seperti museum dan perusahaan yang sesuai dengan filosofi pembelajaran sekolah serta minat dan proyek siswa, menghasilkan jaringan dukungan dan pembelajaran yang luas bagi siswa, dan membantu mereka menjelajahi jalur karier potensial melalui magang atau mentorhip.

5. Inspire: Personalisasikan Pembelajaran

Menemukan percikan — subjek, gagasan, atau proyek yang membuat seorang siswa menyala — adalah kunci bagi pengalaman belajar yang dipersonalisasi bagi setiap siswa. Untuk menyesuaikan pembelajaran agar memenuhi kebutuhan dan aspirasi pendidikan masing-masing siswa, guru harus mencari dan mengembangkan pengetahuan yang seimbang tentang kecenderungan, keadaan, dan minat unik setiap siswa melalui proses formal (penasehat) dan proses informal (termasuk percakapan santai, wawasan dari orang tua atau guru lain) artinya.

6. Teknologi: Jadikan Teknologi Pelayan, Bukan Tuan

Deeper Learning menggabungkan teknologi yang bertujuan untuk meningkatkan, bukan pembelajaran otomatis. Ini terjadi dalam beberapa cara, di antaranya menggunakan program dan aplikasi yang membangun penelitian siswa dan keterampilan berpikir kritis, menawarkan metode digital untuk merancang proyek, berkolaborasi dan berkomunikasi di dalam dan di luar sekolah, dan memperluas pilihan siswa untuk menyajikan pekerjaan secara kreatif dan menghubungkan dengan banyak ahli. Dalam semua kasus ini, teknologi digunakan sebagai alat untuk mendorong pembelajaran siswa.

Dr. Monica R. Martinez is a leading education strategist, author, presenter, and Appointee by President Obama to the President’s Advisory Commission on Educational Excellence for Hispanics. She, along with education sociologist Dennis McGrath, is the author of Deeper Learning: How Eight Innovative Public Schools Are Transforming Education in the Twenty-First Century; image attribution wikicommonsmedia; 6 Powerful Strategies For Deeper Learning In Your Classroom

Pembelajaran Efektif dan Mendalam menjadi isu pendidikan abad 21. Guru harus mampu menggunakan berbagai strategi dalam pembelajaran.

Artikel asli diambil dari : www.teachthought.com

Friday, 15 February 2019

5 Blog Pendidikan dengan artikel original survey terbaru kami ditahun 2019

5 blog pendidikan terbaik dengan artikel original
5 blog pendidikan terbaik


Membahas pendidikan memang sangat luas. Seluruh bidang pada kehidupan ini memiliki satu hulu utama yakni pendidikan. Pendidikan bisa kita katakan sebagai sistem. Dalam sistem kita tentu mengenal adanya tiga proses utama yakni input - proses - output. Pendidikan ibarat sebuah alat blender mampu mengintegrasikan beberapa komponen melahirkan bidang baru yang siap pakai untuk kemajuan kehidupan. Bahkan dalam prosesnya sendiri, pendidikan mampu menghasilkan pendidikan kembali tentu saja dengan cita rasa baru yang sesuai dengan permintaan kehidupan. Namun sayangnya, pendidikan dirasakan justru selalu tertinggal dalam mencipta inovasi cita rasa yang baru. Kehidupan selalu berharap bahwa pendidikan adalah bidang yang paling fresh menyuguhkan inovasinya. 

Pendidikan adalah bidang yang paling banyak pembahasannya, tetapi tidak banyak kita para guru yang mampu menyajikan buah pemikiran dengan tampilan yang segar dan menarik hati. Padahal jikasaja 5 dari 10 guru bisa menumpahkan pemikirannya dengan baik maka pembahasan dalam pendidikanpun akan semakin menarik dan akan banyak ide kreasi dan inovasi akan lahir.

Namun, beberapa dari kita sudah memulainya. Sebuah angin segar nan membahagiakan jika kita mendengarnya. Beberapa guru sudah mampu menuliskan ungkapan dirinya dengan sangat baik. Menurut hasil pencarian saya ada 5 blog pendidikan milik guru yang sangat baik menginspirasi saya untuk terus menulis tiada henti mempengaruhi demi kemajuan negeri. Mungkin juga bisa jadi inspirasimu atau referensimu. 

Menulis itu tidak mudah, tetapi jika sedikit demi sedikit kita tekun, setahap demi setahap kita sabar menulis itu seperti sebuah mengalirkan air yang tersumbat pada saluran air. Sabar dan tekun kunci bisa menulis dengan mengalir. 5 blog pendidikan dibawah ini bisa sangat menginspirasi kalian semua karena artikel yang sangat original membuka mata dan hati kita semua. Oke mari kita simak satu persatu 5 blog guru atau blog pendidikan dengan artikel original terbaik menurut survey kami di tahun 2019 ini  

Blog milik Ali Fauzi ini berisi tulisan-tulisan pemilik blognya sendiri. Tulisannya sangat menarik untuk dibaca. Ali Fauzi sangat cerdas dalam mengaitkan isu pendidikan dengan fenomena dilur pendidikan sehingga kita melihat judulnya saja pasti tertarik untuk membaca isi tulisannya

Merupakan blog forum pendidikan tempat berkumpul relawan-relawan yang menulis isu isu pendidikan. Menariknya pada blog ini adalah adanya berbagai jenis bidang kontribusinya diantaranya adalah: pakar, videografer, ilustrator dan masih banyak lagi. Mereka bersama sama menjadi relawan di blog anakbertanya.com. Sehingga sudah jelas pasti isu-isu pendidikan yang diangkat sangat menarik dan berbobot sekali.

Blog yang membahas isu-isu pendidikan, berdiskusi dan menyampaikan opini seputar permasalahan pendidikan. Blog yang memiliki banyak kontributor dengan opininya yang berbobot. zenius.net membahas permasalahan pendidikan dengan sangat mendalam. 

Informasi pendidikan selalu baru. Guru tidak boleh sampai tertinggal oleh perkembangan kebijakan pendidikan yang ada. Blog guraru.org mengikuti perkembangan informasi pendidikan saat ini.

Mencari materi pelajaran blog www.blog-guru.web.id menyediakan materi pelajaran di tingkat SD, SMP dan SMA. Toeri-teori belajar dan pembelajaran.

Nah itu 5 blog pendidikan yang memiliki artikel original dari hasil survey kami, kalau kamu punya blog pendidikan yang lebih keren lagi artikel-artikelnya boleh kok share di kolom komentar dibawah ya. Jangan lupa untuk share karena share itu gratis. Bantu kami berkembang supaya artikel baru bisa kami posting setiap harinya.

Terimakasih telah membaca tulisan kami ya. Baca juga yang lainnya karena membaca adalah mata dunia.

Monday, 11 February 2019

Berulangkali terjadi Siswa Menganiaya Gurunya, Mengapa?

Hai Selamat Datang Sobat SD Nusa. Bapak/Ibu Guru serta teman-teman Guru Muda Indonesia. Selamat Membaca Tulisan-tulisan kami ya!


Berulangkali terjadi Siswa Menganiaya Gurunya, Mengapa?

oleh: Bahrul Ulum,S.Pd

Siswa berani menganiaya gurunya,  fenomena yang kini tidak lagi terjadi satu atau dua kali. Sekarang ini   sering terdengar kejadian guru dianiaya siswanya. Kejadian yang  membuat hati sedih jika kita mendengarnya, apalagi jika guru yang menjadi korban hanyalah guru honorer dengan gaji sebesar 250 ribu sebulan. Fenomena ini nyata terjadi bisa saja disekitar kita, lalu siapakah yang salah, siapa pihak yang salah?.  Fenomena kekerasan siswa terhadap guru merupakan sebuah gunung es yang sebenarnya banyak masalah-masalah yang menjadi penyebabnya sampai akhirnya siswa menunjukkan sikap tidak hormat terhadap gurunya.
Terbaru terjadi penganiayaan siswa terhadap gurunya, dikabarkan terjadi di SMP PGRI Wringinanom, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik. Video penganiayan seorang murid terhadap gurunya tersebut viral di media sosial. Banyak netijen geram terhadap perbuatan siswa tersebut yang sangat tidak menghormati gurunya, beberapa juga menyayangkan sikap guru dalam video penganiayaan tersebut yang hanya bersikap diam saja saat siswa yang bersangkutan mulai berkata-kata dengan suara yang keras dan beberapa kali sempat terlihat memukul guru tersebut.  Video yang juga direkam oleh salah seorang siswa di kelas tersebut ramai menjadi perbincangan netijen setelah beredar di media sosial.

Siswa MTS di Gresik aniaya Gurunya
(gambar:Penganiayaan Siswa MTS di Gresik terhadap Gurunya)

Siapa  yang Salah?

Tentu saja siswa yang bersangkutan salah dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya serta memperbaiki sikap dan perilakukanya.

Mengapa sampai hal ini terjadi?

Kita uraikan langsung dari permasalahannya

1.   Mengapa siswa tersebut sampai berani melakukan tindakan tidak sopan terhadap gurunya?

Mengatasi kenalan anak yang paling memiliki peran dominan adalah keluarga. Merupakan lingkungan  pertamayang ditemui seorang anak dan memiliki ikatan secara batin terhadap anak. Orang tua dapat melakukan dua tindakan dalam mengatasi kenakalan anak.

a.       Preventif/Pencegahan
Orang tua menjauhkan anak dari lingkungan yang buruk. Tanamkan rasa disiplin dari ayah kepada anak. Memberikan pengawasan dan perlindungan terhadap anak oleh ibu. Pencurahan kasih saying dari kedua orang tua terhadap anak. Menjaga ikatan keluarga yang harmonis dan ikatan batin yang hangat. Selain itu perlu ditambahkan pendidikan agama untuk meletakkan dasar agama dan moral yang baik agar si anak mampu membedakan keburukan dan kebaika, penyaluran bakat si anak, rekreasi yang sesuai kebutuhan anak dan pengawasan lingkungan pergaulan anak.
b.       Represif
Orang tua aktif dalam kelompok sosial  atau kelompok wali siswa yang bertujuan menanggulangi masalah masalah siswa disekolah ataupun siswa dengan temannya. Tindakan represif dapat dilakukan dengan orang tua melakukan instrospeksi terhadap dirinya sehingga membuat  anak terjerumus kenakalan, memahami latar belakang masalah sepenuhnya, selain itu meminta bantuan para ahli juga baik untuk menemukan metode pendidikan yang baik untuk anak.

2.      Apa Penyebabnya?

Melihat usia psikologis siswa usia sekolah menengah pertama (SMP) yang berumurkisaran 13 sampai 15 tahun,seperti yang dijelaskan oleh Jean Piaget (seorang ahli perkembangan  kognitif) maka peserta didik SMP masuk pada kelompok tahap operasional formal sudah mampu berpikir abstrak,yaitu berpikirmengenai ide dan memikirkan beberapa alternative pemecahan masalah, remaja tidak lagi menerima informasi apa adanya,tetapi mereka akan memproses informasi itu serta mengadaptasinya dengan pemikiran mereka sendiri.
Dengan kemampuan operasional formal ini, para remaja mampu mengadaptasikan diri dengan lingkungan sekitar mereka. Gunarsa (2009) merangkum beberapa karakteristika remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja, yaitu:
-          Kecanggunggan dalam pergaulan
-          Ketidakstabilan emosi
-          Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan hidup
-          Adanya sikap menentang dan menantang orang tua
-          Pertentangan didalam dirinyan sendiri
-          Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tapi tidak dapat terpenuhi semuanya
-          Senang berekperimen
-          Senang bereksplorasi
-          Mempunyai banyak fantasi,khayalan dan bualan
-          Senang berkelompok
Pergolakan emosi yang terjadi pada remaja tidak dapat dipisahkan dari berbagai pengaruh. Lingkungan keluarga, tempat tinggal,sekolah dan teman-teman sebaya. Mereka harus mampu menyesuiakan diri seara efektif. Berkaitan dengan lingkungan peserta didik, pada saat ini tidak hanya lingkungan tersebut. Lingkungan yang perlu menjadi perhatian guru adalah lingkungan global yang menyangkut perkembangan teknologi. Pengaruh globalisasi pada semua sektor dapat berdampak positif yang dapat mendukung proses belajar. Namun, jika teknologi disalahgunakan maka berdampak buruk terhadap moral peserta didik.

Apa Solusi dari fenomena ini

Semua komponen berperan dalam mendetoksifikasi pengaruh buruk dari globalisasi ini. Fenomena viralnya kekerasan siswa terhadap guru perlu disikapi dengan baik oleh lingkungan pendidikan itu sendiri. Dinas pendidikan dan sekolah perlu lebih gencar lagi menciptakan pendidikan karakter di sekolah yang baik. Pendidikan karakter tidak bisa sebatas menjadi pemahaman konsep.Sekolah perlu menciptakan bentuk-bentuk kegiatan yang membangun budaya sekolah yang baik seperti: pembiasaan senyum salam dan sapa, menciptakan suasana sekolah yang hangat saling menghargai dan gotong royong dengan berbagai kegiatan bersama, Hubungan demokratis yang hangat antara guru dan siswa, sosok seorang guru perlu menjaga wibawanya dan sekaligus menjadi tauladan untuk siswanya sehingga bagaimana guru mengajarkan siswa untuk berpakaian rapi apabila guru juga tidak berpenampilan rapi, tutur kata yang halus dan bertata krama yang dibiasakan mampu membuat siswa hormat dan segan dengan gurunya. Terpenting lagi menghadapi globalisasi ini, sekolah harus tanggap terhadap fenomena dunia luar yang bisa saja masuk ke sekolah. Seluruh warga sekolah perlu tanggap dan mampu memberikan pengertian yang baik kepada siswa mengenai baik dan buruknya informasi yang ada dan bagaimana seorang siswa seharusnya bersikap terhadap suatu fenomena.

Siswa tetaplah seoarang anak yang lebih muda dari kita seorang guru dan orang tua. Setiap individu siswa memilika karakteristik yang beragam. Guru dan orang tua yang perlu memahami gejala perkembangan siswa dan anaknya, mencari informasi penanganan yang tepat sehingga akhirnya mampu mengatasi permasalahan pada siswa dan anaknya dengan tepat.


tag: Siswa Aniaya Gurunya di Gresik

Saturday, 2 February 2019

Memilih Sekolah Dasar, apa saja yang perlu dipertimbangkan!

Hai Selamat Datang Sobat SD Nusa. Bapak/Ibu Guru serta teman-teman Guru Muda Indonesia. Selamat Membaca Tulisan-tulisan kami ya

Memilih Sekolah Dasar, apa saja yang perlu dipertimbangkan!


Tahun ajaran 2019-2020 masih 9 sampai 10 bulan lagi. Masih tahun depan. Namun orangtua sudah mulai panik, khususnya mereka yang memiliki anak berusia 7 atau 6 di tahun mendatang. Sekolah, khususnya sekolah swasta sudah mulai melakukan “open house”, bahkan sejak bulan September tahun 2018 untuk pendaftaran tahun 2019. Para orangtua mulai gelisah dan terburu-buru. Mereka berbondong-bondong mendatangi sekolah-sekolah swasta favorit, berburu brosur, bertukar gosip, dan saling membanggakan sekolah sasarannya. 

Untuk pendidikan anak, uang bisa dicari   “Saya sudah daftar loh mbak di SDIT MajuMundur, di sana gedungnya bagus, fasilitas lengkap, kurikulumnya Cambridge dan Oxford sekaligus”. Pihak sekolah pun cerdik memanfaatkan situasi, baliho-baliho besar dipajang di perempatan jalan. Spanduk-spanduk bergambar siswanya berprestasi dipajang berdesakan memenuhi pagar sekolah. Si A menang olimpiade fisika tingkat kecamatan, si B juara 3 lomba menyanyi, dan lain-lain. Untuk anak, tebal tipis dompet tidak masalah. Uang bisa dicari. Pihak sekolah tahu benar hal ini, sehingga uang pangkal masuk SD bisa sampai puluhan juta. Iya, puluhan juta. Supaya orangtua lebih mantap, gedung dibuat megah, bahasa Inggris sebagai pengantar, ada trip keluar negeri, pengajar asing, dan lainnya. Uang pangkal tidak kalah dengan biaya S2 di perguruan tinggi terkenal. Belum SPP per bulan, ada yang lebih tinggi dari UMR (Upah Minimum Regional) daerahnya. 

Ada uang ada barang. Produk asuransi pendidikan pun menjadi produk unggulan perusahaan asuransi. Student loan, pinjaman pendidikan pun mulai banyak terdengar. Kalau perlu untuk bayar sekolah, bisa hutang dulu. Ketika sekolah menjadi industri   Tidak hanya itu, karena pendaftar gelombang satu pun membludak tentu sekolah ingin menerima siswa paling pintar, paling cemerlang dari para pendaftarnya. Semakin moncer anak didiknya, semakin mudah mengklaim sekolahnya mencetak anak-anak berprestasi. Tentu, makin banyak pula spanduk prestasi bisa nangkring di depan sekolah. Untuk itu sekolah melakukan seleksi, atau observasi, atau apapun namanya. Intinya, anak-anak yang belum bisa membaca dan menulis, jangan harap bisa sekolah favorit ini. 

Anak yang sudah bisa membaca, menulis, berhitung (calistung) kemudian lebih diprioritaskan dibandingkan anak yang belum bisa. Padahal jelas dalam Peraturan Pemerintah No. 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan pasal 69 ayat 5 disebutkan penerimaan siswa baru SD kelas 1 atau sederajat tidak didasarkan pada hasil calistung atau bentuk tes lain. Penerimaan siswa baru hanya mempertimbangkan dua hal yaitu usia (6 tahun ke atas) dan kedekatan jarak sekolah dengan rumah. Artinya seleksi yang dilakukan sekolah pada calon siswa didiknya adalah illegal. Fenomena di atas terjadi karena sekolah sudah menjadi industri. Siswa menjadi komoditasnya. Tujuan pendidikan bukan lagi memberikan ilmu pengetahuan dan kecakapan mencakup budi pekerti (karakter) serta tuntunan bertumbuh sesuai kodratnya. 

Tujuan pendidikan ini disampaikan Ki Hajar Dewantara pada artikelnya berjudul “Dasar-dasar Pendidikan” terbit pada majalah “Keluarga” bulan November 1936. Jangan-jangan tujuan akhir pendidikan anak jaman sekarang adalah peningkatan kemampuan kognitif sebagai upaya untuk mencapai keamanan finansial. Tips memilih sekolah Jadi saran saya, ketika kita mencari sekolah terbaik untuk anak, kembalikan lagi pada tujuan utama kita sebagai orangtua. Apakah kita menyekolahkan anak untuk membangun karakter anak dan membantu anak mengaktualisasikan bakatnya?  Atau tujuannya nantinya agar anak dapat mempunyai kesempatan bekerja mapan sebagai dokter, pilot, PNS, karyawan BUMN, atau karyawan perusahaan mentereng?  Saya kira itu pilihan. Kebetulan saya memilih yang pertama. Jadi saya menghindari sekolah-sekolah yang melakukan seleksi, menyingkirkan anak kurang pintar. Menurut saya visi-misi, budaya sekolah, dan karakter guru pada gilirannya akan turut mempengaruhi perkembangan karakter anak. Ketika memilih sekolah, saya akan melakukan beberapa hal sebagai berikut. 

Menurut saya kualitas sekolah bisa dilihat dari visi-misi sekolah, saya akan menanyakannya langsung pada kepala sekolah atau guru. Hal-hal lain yang bisa diperhatikan adalah perilaku guru dan staf sekolah, termasuk misalnya sekuriti, penjaga kantin, atau sopir antar-jemput. Bagaimana reputasi guru sekolah tersebut, pandangan guru mengenai anak berkebutuhan khusus. Saya juga akan tanyakan apa arti kata pintar menurut para guru. Apakah ada kasus bullying dan bagaimana penanganannya. Pada sekolah tertentu saya juga menanyakan pandangan guru terhadap nasionalisme dan NKRI. Terakhir soal infrastruktur, saya hanya akan lihat toilet dan seberapa lengkap koleksi buku perpustakaan sekolah. Itu semua yang menjadi pertimbangan saya menyekolahkan anak.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Memilih Sekolah Dasar, Apa Saja yang Perlu Dipertimbangkan?", https://edukasi.kompas.com/read/2018/10/15/10501561/memilih-sekolah-dasar-apa-saja-yang-perlu-dipertimbangkan

Editor : Yohanes Enggar Harususilo
Penulis : Bondhan Kresna W

artikel sepenuhnya milik penulis dan edukasi.kompas.com

Sunday, 18 November 2018

Aturan Baru Sistem Rangking CPNS telah Disepakati, Akan efektif Senin 19 November Besok


Sistem rangking akan menjadi acuan setelah CPNS 2018 banyak yang tidak lolos pada tahapan SKD. Hasil tes SKD CPNS 2018 memang tidak menggembirakan, pasalnya hanya ada 3% pelamar yang dinyatakan lulus Passing Grade SKD CPNS.  Berbagai pengalaman peserta yang telah selesai mengikuti seleksi tahap SKD menceritakan bahwa dirinya tidak dapat lolos Passing Grade pada salah satu jenis soal yaitu TKP atau Tes Karakteristik Pribadi, dirinya mengungkapkan kebingungan dirinya pada saat menjawab soal yang opsi jawabanya hampir sama baiknya padahal nilai total yang berhasil diraihnya cukup tinggi.

Pengalaman peserta CPNS yang gagal pada soal TKP menjadi cerita tersendiri untuk Seleksi CPNS tahun 2018 ini. Soal yang dinilai memiliki jawaban yang mirip membuat kebingungan menentukan pilihan jawaban yang paling baik dengan skor tertinggi 5. Dengan jumlah soal sebanyak 35 soal peserta setidaknya harus mampu menjawab 30 soal dengan jawaban yang paling benar yang nantinya memiliki skor 5 atau tertinggi. Karena passing grade untuk soal TKP pada tahun 2018 ini adalah 143 maka setidaknya peserta harus menjawab 30 soal dengan skor tertinggi dan sisanya boleh 1 atau pilihan jawaban yang salah atau paling tidak baik.

Selain karena passing grade dan pilihan jawaban yang hampir-hampir sama, peserta CPNS 2018 juga mengungkapkan sedikitnya waktu untuk mejawab total 100 soal dengan setiap soal memiliki teks bacaan untuk menjawab soal yang panjang panjang membuat mereka banyak kehilangan waktu karena waktu dirasakan masih kurang.

Melihat keadaan dilapangan tersebut panselnas mengungkapkan  sedang menyiapkan langkah langah terbaik untuk mengatasi permasalahan tersebut. Diantaranya adalah: (1) menurunkan passing grade (2) penurunan nilai 10 point, (3)penilaian dari tiu yang tinggi, dll. Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan menjelaskan setidaknya ada 4 pilihan keputusan dari Panselnas yang kini tengah didiskusikan. Menurut Ridwan, Aturan tersebut baru disepakati kamis malam 15 November mudah mudahan dapat efektif besok Senin 19 November 2018. Sehingga para peserta CPNS 2018 yang masih gugur pada tahap SKD kemarin bisa mendapatkan second chance atau kesempatan kedua untuk mengikuti tahapan tes selanjutnya yaitu SKB (Seleksi Kompetensi Bidang) tentu dengan tetap memprioritaskan mereka yang telah berhasil lolos.

Sekian dulu berita dari kami semoga bermanfaat, keep smile do the best!



Sunday, 15 July 2018

5 alasan pentingnya mengantarkan anak dihari pertama sekolahnya

Hai Selamat Datang Sobat SD Nusa. Bapak/Ibu Guru serta teman-teman Guru Muda Indonesia. Selamat Membaca Tulisan-tulisan kami ya! Mencari RPP Tematik SD?, kunjungi menu "RPP Tematik SD" pilih RPP sesuai tingkatan kelas, Tema dan Pembelajaranya

5 Alasan mengantar anak di hari pertama sekolah itu penting




Tahun Ajarann baru telah tiba, untuk anak yang memasuki jenjang pendidikan yang baru, seperti dari TK ke SD, SD ke SMP. Seberapa perlu mereka diantar orang tuanya di hari pertama masuk Sekolah?
Mengantar anak saat hari pertama sekolah memang perlu tetapi bukan sebuah keharusan. Ketika orang tua hendak mengantar anak di hari pertama sekolah, tidak perlu sampai ditunggu seharian. Mengantarkan anak sampai ke kelasnya dan menungguinya sebentar sampai pelajaran dimulai itu saja sudah cukup.

Lalu apa alasan perlunya mengantar anak di hari pertama sekolah?

Berikut penjelasanyanya

  1. Mengantar anak di hari pertama sekolah sebagai bentuk pentingnya komunikasi fisik dan psikis orang tua terhadap anak.  Dimulai dari menyiapkan sarapan anak, menyiapkan segala perlengkapan sampai mengantarkan si anak sampai di sekolah. 
  2. Mengantar anak di hari pertama sekolah bisa dijadikan orang tua sebagai momen saat anak akan  mulai belajar di  tempat baru. Orang tua dapat memastikan bahwa sekolah barunya adalah teman yang aman dan nyaman untuk belajar sang anak.
  3. Mengantar anak di hari pertamanya dapat memberinya motivasi untuk percaya diri dan berperilaku  yang baik di sekolah barunya. Orang tua saat mengantar dapat memberikan pesan-pesan dan nilai-nilai yang harus dipegang anak di tempat barunya.
  4. Seorang anak membutuhkan kepercayaan dan kepercayaan dimulai dari sebuah perhatian kecil dari kedua orang tua. Perhatian kecil yang terus menerus  tentu akan membesar dan bermakna bagi seorang bahkan menentukan jalan hidup anak dimasa depan.
  5. Hari pertama sekolah adalah waktu yang tepat untuk membangun komunikasi antara sekolah dengan orang tua. Membangun wadah komunikasi guru dengan orang tua dapat dimulai saat hari pertama sekolah, agar pembelajaran yang akan dilakukan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Suka dengan tulisan kami?
jangan lupa untuk share ya, agar kami bisa terus membagikan tulisan-tulisan yang bermanfaat untuk pembaca

Apabila kalian  belum gabung grub fb SD NUSA ayo gabung untuk mendapatkan informasi tentang pendidikan di sekolah dasar yang lebih update.

5 Provinsi dengan Jumlah Sekolah Terbanyak tingkat Sekolah Dasar

Hai Selamat Datang Sobat SD Nusa. Bapak/Ibu Guru serta teman-teman Guru Muda Indonesia. Selamat Membaca Tulisan-tulisan kami ya! Mencari RPP Tematik SD?, kunjungi menu "RPP Tematik SD" pilih RPP sesuai tingkatan kelas, Tema dan Pembelajaranya



5 Provinsi dengan Jumlah Sekolah terbanyak tingkat Sekolah Dasar adalah :

1) Provinsi Jawa Barat  dengan 19650 Sekolah SD (Negeri/Swasta)
2) Provinsi Jawa Timur dengan 19377  Sekolah SD (Negeri/Swasta)
3) Provinsi Jawa Tengah dengan 19059  Sekolah SD (Negeri/Swasta)
4) Provinsi Sumatera Utara dengan 9688 Sekolah SD (Negeri/Swasta)
5) Provinsi Sulawesi Selatan dengan 6444 Sekolah SD (Negeri/Swasta)

Sejarah Sekolah Dasar


Sekolah dasar (disingkat SD) adalah jenjang paling dasar pada pendidikan formal di Indonesia. Sekolah dasar ditempuh dalam waktu 6 tahun, Pada saat ini murid kelas 6 diwajibkan mengikuti Ujian Nasional (UASBN) yang mempengaruhi kelulusan siswa. Lulusan sekolah dasar dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat SLTP.

Siswa sekolah dasar umumnya berusia 6-12 tahun. Setiap anak berusia 6-15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar, yakni sekolah dasar (atau sederajat) 6 tahun dan diteruskan sekolah menengah pertama (atau sederajat) 3 tahun serta sekolah menengah atas (atau sederajat) 3 tahun..

Sekolah dasar diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta. Sejak diberlakukannya otonomi daerah, pengelolaan sekolah dasar negeri di Indonesia kini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah kabupaten/kota. Sedangkan Departemen Pendidikan Nasional hanya berperan sebagai regulator dalam bidang standar nasional pendidikan. 

Pada masa penjajahan Belanda, tingkat sekolah dasar disebut sebagai Europeesche Lagere School (ELS). Kemudian pada masa penjajahan Jepang, disebut dengan Sekolah Rakyat (SR).
Setelah Indonesia merdeka, SR berubah menjadi Sekolah Dasar (SD) pada tanggal 13 Maret 1946.

Kalau kamu suka dengan artikel ini jangan lupa share ya, dan dapatkan artikel kami selanjutnya